Ads Top

Bagaimana Beramal Melalui Tulisan?

Pada kesempatan ini saya akan menuliskan tentang “Baramal Melalui Tulisan”. Beramal melalui tulisan? Bagaimana bisa?

Menulis, saya rasa semua orang bisa menulis Saya, Anda dan mereka para penulis semua bisa menulis.

Ya, tentu! Memang mungkin konten dan tingkatannya yang berbeda. Ada yang sangat sederhana bahkan ada sangat kompleks.

Sejak memasuki era tahun 2000 an perkembangan internet di Indonesia berkembang begitu pesat dan mungkin bisa dikatakan telah menjadi kebutuhan bagi sebagian besar masyarakat kita.

Apalagi kencanggihan teknologi Smart Phone masa kini yang terus dikembangkan dan ditawarkan oleh berbagai perusahaan ponsel di seluruh penjuru  bumi ini, sangat memudahkan kita untuk mengakses internet dimanapun dan kapan pun.

Internet telah memungkinan kita bisa menerima informasi dan pikiran orang lain dari segala penjuru bumi dan kita juga bisa memberikan informasi dan pikiran kita pada orang lain dipenjuru bumi ini dalam waktu yang instan, detik bahkan menit (kebalik ya?).

Bagaimana Beramal Melalui Tulisan?
Sumber gambar: FreeDigitalPhotos.net - Photo by anankkml

Di era seperti sekarang ini siapa yang tidak mengenal facebook dan twitter?

Saya yakin sebagian besar dari pembaca artikel ini dan bahkan mungkin semua dari pembaca artikel ini merupakan pengguna dari kedua situs tersebut atau salah satunya.

Siapa pula yang tidak pernah mendengar atau membaca tentang blogger dan wordpress? Hampir sebagaian besar kita tidak asing dengan semua istilah dan nama-nama itu.

Sejak semakin banyaknya pengguna facebook dan dari yang saya amati mulai sekitar tahun 2010 facebook telah digunakan oleh penggunanya dengan berbagai tujuan.

Ada yang terang-terangan, ada pula yang terselubung. Mulai dari kepentingan pendidikan, bisnis bahkan politik.

Pada beberapa tahun ini entah hanya perasaan saya saja atau memang juga Anda rasakan, internet telah banyak digunakan sebagai media untuk melakukan propaganda antar masyarakat atau kelompok tertentu melalui konten-konten yang ditulis di dalamnya.

Saya sedikit terkejut dengan riset kecil dengan mencari kata kunci tertentu yang saya lakukan di facebook.

Ada beberapa bahkan banyak grup atau halaman di facebook yang secara terang-terangan berisikan konten-konten yang menjatuhkan kelompok atau individu tertentu.

Bukankah ini dapat memicu perpecahan bangsa kita?

Parahnya lagi banyak masyarakat kita bersikap terlalu fanatik terhadap isu-isu tertentu.

Bagi yang bisa berpikir jernih tentu akan dapat menilai mana informasi yang baik dan mana informasi yang buruk, tapi kalau tidak? Anda bisa menjawabnya sendiri.

Nah! Kali ini kita akan belajar beramal melalui tulisan. Bagaimana caranya? Mudah! Tulislah konten-konten yang mendidik di situs social media yang Anda miliki.

Tulisan ini saya buat atas keprihatinan saya dengan banyaknya konten yang semakin tidak mendidik dan semakin tidak terkontrol di social media.

Melalui tulisan ini saya ingin mengajak Anda untuk mengkampanyekan konten-konten tulisan yang mendidik untuk mengimbangi konten-konten yang tidak mendidik.

Bedakan antara tulisan dengan konten humor, konten mendidik, konten pribadi, dan konten tidak mendidik.

Apakah artinya Anda harus menulis artikel yang panjang?

Tidak! Hanya saja kurangi berdepat yang tidak perlu di sosmed dan mulailah menulisan konten-konten yang mendidik.

Berikan informasi yang bermanfaat, berikan pencerahan, berikan ilmu, berikan humor yang membuat pembaca tulisan Anda merasa senang tanpa memicu perselisihan dan permusuhan.

Hentikan menyebar berita-berita hoax dan jangan merasa bangga menjadi haters.

Karena dampaknya akan luar biasa dan akan sangat sulit untuk dibendung.

Sekarang! Mana yang ingin Anda pilih?

Bisakan kita membuat tulisan yang sedikit cerdas?

Silahkan beramal dengan bijak melalui tulisan Anda. Karena di social media tulisan Anda pasti akan dibaca oleh orang lain.

Bila maksud tulisan Anda baik, pasti kebaikannya juga akan kembali pada diri Anda sendiri.

Bila maksud tulisan Anda buruk, maka jangan salahkan siapa-siapa bila keburukannya juga akan kembali pada diri Anda sendiri.

Mari berbagi dengan penuh kebijaksanaan diri.

No comments:

Powered by Blogger.