Kalau Tidak Ditulis, Setidaknya Kita Sendiri yang Menulis

Sedikit ingin berbagi cerita tentang awal mula saya berkeinginan membuat blog ini. Dulu, sekitar tahun 2008 saya berkeinginan memiliki sebuah blog atau website dengan domain sendiri www.herusatria.com.

Motivasi saya saat itu sebenarnya sangat sederhana, yaitu "saya ingin menulis". Dalam imajinasi saya, dengan memiliki blog atau website sendiri saya bisa menuangkan segala ide saya baik itu kecil maupun besar. Kenapa tidak menulis buku saja?

Saya sampai detik ini pun masih sangat berkeinginan menulis minimal satu buku saja. Tapi apalah daya ternyata cita-cita yang sejak tahun 2008 itu belum terwujud hingga saat ini.

Saya sangat sadar bahwa keinginan saya untuk menerbitkan buku tidak sekuat keinginan saya untuk "hanya sekadar menulis". Mungkin, inilah yang menyebabkan akhirnya cita-cita saya menulis minimal satu buah buku saja sampai saat ini belum tercapai.

Tahun 2015 awal, saya sempat bekerjasama dengan salah seorang sahabat saya untuk menulis sebuah buku. Saat itu saya bersama sahabat saya juga sempat mengunjungi salah seorang penulis buku motivasi yang cukup terkenal di daerah kami, tapi ternyata seiring berjalannya waktu semangat itu kendor lagi dan hingga saat ini (awal 2017) buku itu tak kunjung ada permulaannya.

Namun, karena dasar utama saya adalah "saya ingin menulis" maka aktifitas menulis lepas saya tetap saya lakukan hingga saat ini di blog ini dan semoga bisa menjadi rutinitas untuk mengisi waktu-waktu luang saya agar lebih produktif dari sebelumnya.

Berbicara mengenai inspirasi, saya sempat terinspirasi oleh sosok Prof. H. Imam Suprayogo yang telah selama beberapa tahun menulis di media online tanpa henti setiap hari.

Dulu saya sangat sering membaca tulisan-tulisan beliau di catatan facebook beliau. Dengan menggunakan HP nokia biasa dan koneksi internet yang sangat susah di dapat karena saya hidup di sebuah desa yang terletak di lereng gunung, saya selalu berusaha untuk menyempatkan diri membuka facebook melalui HP dan membaca catatan beliau setiap hari.

Lalu apa yang sebenarnya ingin saya sampaikan dalam catatan saya ini?


Diawal saya menuliskan judul "Kalau Tidak Ditulis, Setidaknya Kita Sendiri yang Menulis".

Kita tentu ingat sebuah kalimat-kalimat semacam ini:
"Jadilah bagian dari sejarah"
"Jangan hanya menjadi pembaca sejarah, tapi jadilah pelaku sejarah"
Dan kalimat-kalimat serupa lainnya.

Judul ini sebenarnya inspirasinya adalah dari kalimat-kalimat diatas tadi. Artinya kalau kita tidak bisa menjadi orang yang namanya ditulis sebagai inspirator, pembawa perubahan, dan sebagainya setidaknya kitalah yang menjadi penulisnya.

Menulis, bagi saya merupakan aktifitas yang sangat penting karena dalam tulisan itu akan terjadi transfer pengetahuan, tranfer pemikiran, transfer kebudayaan, dan lain sebagainya.

Mari kita melihat kembali para cendekiawan ataupun para intelektual, mereka semua menulis. Jadi, memang benar bahwa aktifitas menulis dan tulisan itu sangat penting sekali untuk mendokumentasikan segala macam hasil pemikiran dan ilmu pengetahuan umat manusia. Dari tulisan ini lah juga bisa timbul sumber beradaban baru manusia.

Untuk itu saya mengajak Anda semua yang kebetulan mampir dan membaca tulisan saya ini. Mari kita menulis, menuangkan ide, berbagi informasi dan melatih pikiran kita dengan cara menulis. Kalau nama kita tidak menjadi dari bagian sejarah yang dibaca, setidaknya kita lah yang menulis sejarah itu.

Kalau nama kita tidak menjadi pengubah peradaban yang lebih baik, setidaknya nama kitalah yang menjadi salah satu penulis beradaban itu. Semoga bermanfaat....

Kalau Tidak Ditulis, Setidaknya Kita Sendiri yang Menulis

Artikel Terkait

No comments:

Post a Comment